Jakarta, 14 Oktober 2026
Tax Point, startup teknologi perpajakan berbasis kecerdasan buatan (AI), mendapat kesempatan untuk mempresentasikan inovasinya dalam ajang Halal Startup Demo Day (HSDD) 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari International Halal Startup Summit (IHSS) 2026 yang diselenggarakan dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Mengusung tema “DJHIWA: Dare to Jumpstart The Halal Industry With Action”, acara ini mempertemukan startup, praktisi industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem industri halal Indonesia. Di antara ratusan startup yang mendaftarkan inovasinya, Tax Point menjadi salah satu startup yang memperoleh kesempatan untuk tampil dalam sesi pitching di hadapan dewan juri dari berbagai institusi.
Dalam kesempatan tersebut, Bintang Adi Pratama, Chief Financial Officer (CFO) sekaligus Co-Founder Tax Point, memperkenalkan solusi perpajakan berbasis teknologi yang dikembangkan untuk membantu pelaku usaha, khususnya UMKM dan startup halal, membangun tata kelola keuangan yang lebih baik serta merencanakan kewajiban perpajakan sejak dini.
Bagi Tax Point, partisipasi dalam ajang ini bukan sekadar kesempatan untuk memperkenalkan teknologi. Lebih dari itu, Tax Point ingin membawa pesan bahwa bisnis yang ingin berkembang membutuhkan fondasi keuangan yang sehat, kepatuhan terhadap regulasi, dan perencanaan pajak yang berkelanjutan.
Bisnis Halal Bukan Hanya tentang Produk, tetapi Juga Tata Kelola
Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri halal, mulai dari makanan dan minuman, fesyen muslim, kosmetik, hingga layanan berbasis teknologi. Namun, seiring pertumbuhan bisnis, pelaku usaha juga akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Peningkatan volume transaksi, perluasan distribusi, kerja sama dengan perusahaan besar, hingga kebutuhan pendanaan menuntut pengelolaan keuangan yang semakin profesional. Karena itu, membangun bisnis halal tidak cukup hanya dengan memastikan produk yang ditawarkan memenuhi standar halal. Tata kelola usaha yang transparan, bertanggung jawab, dan dapat dipertanggungjawabkan juga menjadi bagian penting dari perjalanan bisnis.
Nilai amanah dan keadilan dalam Islam sejalan dengan prinsip tata kelola bisnis modern yang menekankan integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Dalam konteks bisnis di Indonesia, pengelolaan kewajiban perpajakan sesuai ketentuan juga merupakan salah satu aspek penting dalam membangun usaha yang bertanggung jawab.
Tax Point percaya bahwa nilai amanah dalam berbisnis dapat diwujudkan melalui pencatatan transaksi yang benar, kepatuhan terhadap peraturan, serta pengambilan keputusan keuangan yang terukur. Dengan fondasi tersebut, pelaku usaha dapat membangun kepercayaan mitra sekaligus mempersiapkan bisnis untuk berkembang ke skala yang lebih besar.
Perencanaan Pajak Sejak Dini untuk Mendukung Pertumbuhan
Bagi banyak startup dan UMKM, perpajakan terkadang baru menjadi perhatian ketika bisnis mulai berkembang, mempekerjakan karyawan, menjalin transaksi dengan perusahaan besar, atau menghadapi kewajiban pelaporan pajak. Padahal, keputusan yang diambil sejak awal dapat memengaruhi kondisi keuangan dan keberlanjutan usaha.
Pemilihan bentuk badan usaha, pengelolaan biaya operasional, pemanfaatan fasilitas perpajakan, hingga penyusunan struktur transaksi perlu dipertimbangkan secara matang. Melalui perencanaan pajak yang tepat, pelaku usaha dapat memahami risiko perpajakan lebih awal, memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara sah, serta menjaga arus kas agar tetap mendukung kebutuhan operasional dan ekspansi.
Tax Point ingin mendorong perubahan cara pandang pelaku usaha terhadap pajak. Pajak bukan sekadar urusan administratif yang diselesaikan ketika tenggat pelaporan tiba, melainkan bagian dari strategi bisnis untuk menjaga profitabilitas dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Dengan pemahaman yang lebih baik sejak dini, startup dan UMKM dapat mengambil keputusan bisnis secara lebih terukur sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tuntutan administrasi dan kepatuhan yang meningkat seiring perkembangan usaha.
Menghadirkan Solusi Perpajakan Berbasis AI
Untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha, Tax Point mengembangkan ekosistem layanan perpajakan yang memadukan kecerdasan buatan dengan keahlian konsultan pajak profesional. Pendekatan ini bertujuan membuat layanan perpajakan lebih mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan bisnis.
Melalui Taxpert AI, pengguna dapat memperoleh asistensi awal mengenai berbagai persoalan perpajakan dengan penjelasan yang kontekstual dan mudah dipahami. Sementara itu, Taxvisor Marketplace menghubungkan pelaku usaha dengan konsultan pajak terkurasi untuk mendapatkan pendampingan yang lebih personal, mulai dari konsultasi hingga kebutuhan kepatuhan dan perencanaan pajak.
Tax Point juga mengembangkan Eling, aplikasi manajemen pajak yang dirancang untuk membantu UMKM mengelola transaksi, mengidentifikasi kewajiban perpajakan, dan menyederhanakan administrasi pajak sehari-hari.
Melalui kombinasi teknologi dan keahlian profesional, Tax Point berupaya menghadirkan layanan perpajakan yang lebih mudah diakses, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Harapannya, keterbatasan pemahaman maupun sumber daya tidak lagi menjadi penghalang bagi UMKM untuk mulai membangun sistem pengelolaan pajak yang lebih tertata.
Mempersiapkan Startup Memasuki Ekosistem Korporasi
Partisipasi dalam Halal Startup Demo Day 2026 juga menjadi momentum bagi Tax Point untuk menyampaikan harapan kepada para startup yang sedang membangun bisnisnya agar terus bertumbuh, meningkatkan skala usaha, dan mempersiapkan diri untuk bertransaksi dengan ekosistem korporasi.
Seiring meningkatnya skala bisnis, kesiapan menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP) sesuai ketentuan dapat menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Hal ini terutama relevan bagi usaha yang ingin masuk ke rantai pasok perusahaan besar, yang umumnya membutuhkan dokumentasi transaksi dan administrasi perpajakan yang tertib.
Meski demikian, kesiapan tersebut perlu direncanakan dengan mempertimbangkan model bisnis, jenis pelanggan, arus kas, dan kewajiban perpajakan yang berlaku. Dengan persiapan yang tepat, pelaku usaha dapat mengantisipasi kebutuhan administratif tanpa mengabaikan kesehatan keuangan bisnis.
Bagi Tax Point, keberhasilan startup tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan yang dihasilkan. Kemampuan membangun sistem bisnis yang sehat, profesional, dan berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju skala usaha yang lebih besar.
Berkomitmen Mendukung Ekosistem Halal Indonesia
Keikutsertaan Tax Point dalam Halal Startup Demo Day 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berkontribusi dalam penguatan ekosistem kewirausahaan dan industri halal nasional.
Melalui inovasi teknologi perpajakan, peningkatan literasi, serta pendampingan yang relevan dengan kebutuhan bisnis, Tax Point ingin membantu lebih banyak pelaku usaha mempersiapkan diri menghadapi pertumbuhan dan ekspansi.
Bagi Tax Point, bisnis naik kelas bukan hanya tentang seberapa besar omzet yang dihasilkan, melainkan juga seberapa kuat fondasi keuangan, kepatuhan, dan integritas yang dibangun sejak awal.
Dengan semangat #UMKMNaikKelas, Tax Point akan terus mendorong pengelolaan pajak yang lebih mudah, efisien, dan strategis agar semakin banyak startup dan UMKM halal Indonesia mampu tumbuh menjadi bisnis yang kompetitif, profesional, dan berkelanjutan.
Tax Point — Accessible, Affordable, and On Point.
Website: www.taxpoint.id
Penulis: Muhammad Shofi'ul Fikri M.
